Archive for December, 2009

Tips memilih pasangan hidup

December 16, 2009

Memilih pasangan hidup bukanlah sesuatu yang mudah. Karena sebelum memutuskan untuk menjatuhkan pilihan kita harus yakin terlebih dahulu dengan orang yang kita pilih tersebut. Camkan dalam pikiran kita bahwa dengan orang yang kita pilih itu kita akan menghabiskan seluruh sisa waktu hidup kita, jadi dalam hal ini kita tidak boleh main-main atau sekedar coba-coba. Berikut beberapa poin untuk membantu anda memilih pasangan hidup. Tentusaja criteria setiap orang berbeda-beda, jadi ini hanyalah secara garis besarnya saja.

1. Tulus hati dan jujur

Perhatian yang diberikan kepada kamu bukanlah pura-pura atau berdasarkan pamrih. Kamu juga bisa yakin bahwa dia .jujur pada dirinya sendiri, kamu dan orang-orang di sekitarnya. Agar ia bisa jujur tampilkan dirimu apa adanya, jangan terlalu banyak memoles diri. Dengan demikian pasangan kamu akan memnunjukkan dirinya yang sebenarnya.

2. Bisa menghargai perbedaan

Dia tetap bisa menghargai keputusanmu meskipun kamu memiliki cara pandang yang berbeda dengannya.

3. Kematangan dan tanggung jawab

Tanda-tanda seseorang telah mencapai kematangan pribadi adalah bila seseorang bersedia membantu memcahkan masalah, tidak ingkar janji. Bila dia tidak memiliki kematangan dan tanggung jawab, kamu akan merasa tidak nyaman disampingnya.

4. Punya kepercayaan diri

Ia tidak mudah terombang-ambing, tidak gampang tersinggung, dan tidak menganggap dirimu sebagai ancaman. Jika pasanganmu tidak punya rasa percaya diri, akan sulit bagi Anda untuk sejalan dengannya dalam banyak hal.

5. Terbuka secara emosional

Dia mau berbagi perasaan baik ketika senang ataupun susah. Keterbukaan emosional menandakan pula bahwa ia mempercayai kamu dan merasa nyaman di dekatmu.

6. Memiliki perhatian

Perhatian bisa melanggengkan hubungan asmara. Tapi jangan kamu saja yang terkagum-kagum dengannya. Dia pun harus memiliki perasaan yang sama padamu.

Advertisements

Aku tau aku sayang Ayah

December 16, 2009

Sosok Seorang Ayah Bagi Anak Perempuannya

Biasanya, bagi seorang anak perempuan yang sudah dewasa, yang sedang bekerja diperantauan, yang ikut suaminya merantau di luar kota atau luar negeri, yang sedang bersekolah atau kuliah jauh dari kedua orang tuanya…..
Akan sering merasa kangen sekali dengan Mamanya.

Lalu bagaimana dengan Papa?

Mungkin karena Mama lebih sering menelepon untuk menanyakan keadaanmu setiap hari,
tapi tahukah kamu, jika ternyata Papa-lah yang mengingatkan Mama untuk menelponmu?

Mungkin dulu sewaktu kamu kecil, Mama-lah yang lebih sering mengajakmu bercerita atau berdongeng,
tapi tahukah kamu, bahwa sepulang Papa bekerja dan dengan wajah lelah Papa selalu menanyakan pada Mama tentang kabarmu dan apa yang kau lakukan seharian?

Pada saat dirimu masih seorang anak perempuan kecil……

Papa biasanya mengajari putri kecilnya naik sepeda.
Dan setelah Papa mengganggapmu bisa, Papa akan melepaskan roda bantu di sepedamu…
Kemudian Mama bilang : “Jangan dulu Papa, jangan dilepas dulu roda bantunya” ,
Mama takut putri manisnya terjatuh lalu terluka….
Tapi sadarkah kamu?
Bahwa Papa dengan yakin akan membiarkanmu, menatapmu, dan menjagamu mengayuh sepeda dengan seksama karena dia tahu putri kecilnya PASTI BISA.

Pada saat kamu menangis merengek meminta boneka atau mainan yang baru, Mama menatapmu iba.
Tetapi Papa akan mengatakan dengan tegas : “Boleh, kita beli nanti, tapi tidak sekarang”
Tahukah kamu, Papa melakukan itu karena Papa tidak ingin kamu menjadi anak yang manja dengan semua tuntutan yang selalu dapat dipenuhi?

Saat kamu sakit pilek, Papa yang terlalu khawatir sampai kadang sedikit membentak dengan berkata :
“Sudah di bilang! kamu jangan minum air dingin!”.
Berbeda dengan Mama yang memperhatikan dan menasihatimu dengan lembut.
Ketahuilah, saat itu Papa benar-benar mengkhawatirkan keadaanmu.

Ketika kamu sudah beranjak remaja….

Kamu mulai menuntut pada Papa untuk dapat izin keluar malam, dan Papa bersikap tegas dan mengatakan: “Tidak boleh!”.
Tahukah kamu, bahwa Papa melakukan itu untuk menjagamu?
Karena bagi Papa, kamu adalah sesuatu yang sangat – sangat luar biasa berharga..

Setelah itu kamu marah pada Papa, dan masuk ke kamar sambil membanting pintu…
Dan yang datang mengetok pintu dan membujukmu agar tidak marah adalah Mama….
Tahukah kamu, bahwa saat itu Papa memejamkan matanya dan menahan gejolak dalam batinnya,
Bahwa Papa sangat ingin mengikuti keinginanmu, Tapi lagi-lagi dia HARUS menjagamu?

Ketika saat seorang cowok mulai sering menelponmu, atau bahkan datang ke rumah untuk menemuimu, Papa akan memasang wajah paling cool sedunia…. :’)
Papa sesekali menguping atau mengintip saat kamu sedang ngobrol berdua di ruang tamu..
Sadarkah kamu, kalau hati Papa merasa cemburu?

Saat kamu mulai lebih dipercaya, dan Papa melonggarkan sedikit peraturan untuk keluar rumah untukmu, kamu akan memaksa untuk melanggar jam malamnya.
Maka yang dilakukan Papa adalah duduk di ruang tamu, dan menunggumu pulang dengan hati yang sangat khawatir…
Dan setelah perasaan khawatir itu berlarut – larut…
Ketika melihat putri kecilnya pulang larut malam hati Papa akan mengeras dan Papa memarahimu.. .
Sadarkah kamu, bahwa ini karena hal yang di sangat ditakuti Papa akan segera datang?
“Bahwa putri kecilnya akan segera pergi meninggalkan Papa”

Setelah lulus SMA, Papa akan sedikit memaksamu untuk menjadi seorang Dokter atau Insinyur.
Ketahuilah, bahwa seluruh paksaan yang dilakukan Papa itu semata – mata hanya karena memikirkan masa depanmu nanti…
Tapi toh Papa tetap tersenyum dan mendukungmu saat pilihanmu tidak sesuai dengan keinginan Papa 🙂

Ketika kamu menjadi gadis dewasa….

Dan kamu harus pergi kuliah dikota lain…
Papa harus melepasmu di bandara.
Tahukah kamu bahwa badan Papa terasa kaku untuk memelukmu?
Papa hanya tersenyum sambil memberi nasehat ini – itu, dan menyuruhmu untuk berhati-hati. .
Padahal Papa ingin sekali menangis seperti Mama dan memelukmu erat-erat.
Yang Papa lakukan hanya menghapus sedikit air mata di sudut matanya, dan menepuk pundakmu berkata “Jaga dirimu baik-baik ya sayang”.
Papa melakukan itu semua agar kamu KUAT…kuat untuk pergi dan menjadi dewasa.

Disaat kamu butuh uang untuk membiayai uang semester dan kehidupanmu, orang pertama yang mengerutkan kening adalah Papa.
Papa pasti berusaha keras mencari jalan agar anaknya bisa merasa sama dengan teman-temannya yang lain.

Ketika permintaanmu bukan lagi sekedar meminta boneka baru, dan Papa tahu ia tidak bisa memberikan yang kamu inginkan…
Kata-kata yang keluar dari mulut Papa adalah : “Tidak…. Tidak bisa!”
Padahal dalam batin Papa, Ia sangat ingin mengatakan “Iya sayang, nanti Papa belikan untukmu”.
Tahukah kamu bahwa pada saat itu Papa merasa gagal membuat anaknya tersenyum?

Saatnya kamu diwisuda sebagai seorang sarjana.
Papa adalah orang pertama yang berdiri dan memberi tepuk tangan untukmu.
Papa akan tersenyum dengan bangga dan puas melihat “putri kecilnya yang tidak manja berhasil tumbuh dewasa, dan telah menjadi seseorang”

Sampai saat seorang teman Lelakimu datang ke rumah dan meminta izin pada Papa untuk mengambilmu darinya.
Papa akan sangat berhati-hati memberikan izin..
Karena Papa tahu…..
Bahwa lelaki itulah yang akan menggantikan posisinya nanti.

Dan akhirnya….
Saat Papa melihatmu duduk di Panggung Pelaminan bersama seseorang Lelaki yang di anggapnya pantas menggantikannya, Papa pun tersenyum bahagia….
Apakah kamu mengetahui, di hari yang bahagia itu Papa pergi kebelakang panggung sebentar, dan menangis?
Papa menangis karena papa sangat berbahagia, kemudian Papa berdoa….
Dalam lirih doanya kepada Tuhan, Papa berkata: “Ya Allah tugasku telah selesai dengan baik….
Putri kecilku yang lucu dan kucintai telah menjadi wanita yang cantik….
Bahagiakanlah ia bersama suaminya…”

Setelah itu Papa hanya bisa menunggu kedatanganmu bersama cucu-cucunya yang sesekali datang untuk menjenguk…
Dengan rambut yang telah dan semakin memutih….
Dan badan serta lengan yang tak lagi kuat untuk menjagamu dari bahaya….
Papa telah menyelesaikan tugasnya….

Papa, Ayah, Bapak, atau Abah kita…
Adalah sosok yang harus selalu terlihat kuat…
Bahkan ketika dia tidak kuat untuk tidak menangis…
Dia harus terlihat tegas bahkan saat dia ingin memanjakanmu. .
Dan dia adalah yang orang pertama yang selalu yakin bahwa “KAMU BISA” dalam segala hal..

10 Paradoxes of creative people by Mihaly

December 16, 2009

10 Paradoxes of Creative People

Creative people have a great deal of physical energy, but they’re also often quite and at rest.

Yah sangat setuju dengan pendapat ini. Dimana-mana orang kreatif itu pasti orang yang aktif, tidak bisa diam, semua peluang yang datang kepadanya pasti akan diambil. Bahkan seandainya dia bisa meminta waktu lebih dalam 1 hari, menjadi 25 jam, pasti dia akan lakukan. Bisa diandaikan seperti kutu loncat. Yah,,, walaupun begitu, jangan sangka seorang yang kreatif selalu beraksi seperti itu, orang kreatif juga butuh ketenangan tentunya. Semua orang, di dunia ini pasti butuh ketenangan, ntah itu ketenangan dari dalam diri atau suasana yang tenang. Ketenangan bagi orang kreatif adalah saat dia mencoba meluapkan ide-ide yang pernah terlintas di pikirannya.

Creative people tend to be smart yet naïve at the same time

Pernyataan ini tentu benar sekali. Seorang yang kreatif tidak boleh terlalu ambisi dengan ide kreatif yang dimilikinya namun tidak bisa di implementasikan pada kehidupan nyata. Itu sama saja dia merupakan orang yang naïf, tidak bisa melihat kenyataan. Orang kreatif harus bisa melihat sinkronisasi antara imajinasinya dan kenyataan yang ada.

Creative people combine playfulness and discipline, or responsibility and irresponsibility

Orang-orang kreatif memang diciptakan untuk membuat segala hal yang bertentangan di dunia ini menjadi hal yang saling berguna satu dan yang lainnya. Yah bisa dikatakan mereka harus bisa menyatukan hal yang berantakan dengan hal yang disiplin, sehingga dapat diciptakan sesuatu yang baru yang dapat digunakan dalam dua kondisi tersebut, dapat digunakan bagi “si berantakan” dan “si teratur”. Orang kreatif harus jeli melihat hal-hal yang bertentangan ini. Karena itu benar sekali sorang kreatif harus bisa menggabungkan semua hal yang bertentangan.

Creative people alternate between imagination and fantasy, and a rooted sense of reality.

Hasil karya setiap orang kreatif itu berangkat dari imajinasi dan fantasi yang di ciptakannya. Orang yang kreatif adalah orang yang bisa membuat imajinasinya tersebut menjadi nyata. Jika imajinasinya hanya merupakan omongan dan khayalan semata dan dia tidak bisa merealisasikan dalam kehidupan dunia ini, tentu saja dia tidak dapat dikatakan seorang yang kreatif. Yah tentunya benar kunci dari seorang yang kreatif memang benar “from imagination to the real thing”.

Creative people tend to be both extroverted and introverted.

Tentu pendapat tersebut benar, karena orang kreatif memiliki kebiasaan yang aneh biasanya. Ada yang imajinasi muncul saat dia sedang tertawa bersama para teman di dalam sebuah pesta dan ada yang imajinasinya muncul saat dia sedang diam dan tenang di pinggir pantai atau diperkebunan. Banyak hal dan tempat favorite bagi orang-orang kreatif, tempat tersebut adalah tempat biasa dia meluapkan isi pikirannya. Namun bukan berati orang kreatif yang ekstrovert tidak memiliki sisi introvert, seperti penulis misalnya. Mungkin dia menemukan ide cerita yang menarik saat dia sedang berpesta bersama temannya, namun disaat dia ingin meluangkan idenya di sebuah kertas, dia langsung menyendiri dan menemukan tempat tenang untuk otaknya berkreasi lebih. Begitu juga sebaliknya seorang kreatif yang introvert, juga membutuhkan waktu-waktu untuk dirinya mengeluarkan apa yang dirasakannya, sehingga dia menemukan keseimbangan di dalam otaknya.

Creative people are humble and proud at the same time.

Sangat setuju dengan pernyataan ini. Orang-orang yang kreatif tentunya juga sama dengan kita, bila kita menemukan sesuatu yang baru dan belum dimiliki oleh orang lain tentunya ada rasa bangga tersendiri di dalam hati kita namun, rasa bangga tersebut tidak mungkin kita keluarkan di depan orang banyak. Saat dipuji orang tentang sesuatu prestasi kita pastinya kita akan rendah hati di depan orang tersebut, bukan malah berbalik menyombongkan diri. Begitu juga orang kreatif. Orang kreatif biasanya tidak ingin dinyatakan secara langsung hasil-hasil ciptaannya, karena dia merasa rendah hati. Namun di dalam hatinya pasti ada rasa bangga dan puas dari hasilnya tersebut.

Creative people, to an extent, escape rigid gender role stereotyping.

Dalam dunia kreatif tidak ada persaingan gender. Bahkan mungkin mereka dianggap rata. Karena didalam industri kreatif yang dipake bukanlah kekuatan mereka tetapi ide kreatif yang mereka hasilkan dari imajinasi mereka. Contoh saja designer dunia, banyak designer baju wanita dengan merk terkenal yang perancang justru bukan wanita akan tetapi seorang pria. Dari sini dilihat, walaupun dia seorang pria, asalkan ide kreatifnya dapat di ungkapkan dengan baik, pasti dia akan tetap diterima di dalam industri kreatif.

Creative people are both rebellious and conservative

Seorang yang kreatif tentu merupakan seorang yang rebellious, dia tidak akan begitu saja menerima hal apapun yang diperintahkan, tanpa dia harus menimbang-nimbang terlebih dahulu, dia cenderung idealis, namun dia juga konservatif karena dia akan menimbang ide kreatifnya dengan keadaan yang ada sekarang.

Creative people are very passionate about their work, yet they can be extremely objective about it as well.

Pernyataan kesembilan ini tidak salah sama sekali, karena kreatifitas seseorang itu biasanya lahir dari hal yang disenanginya. Karena tidak akan mungkin bila dia tidk menyenangi suatu hal dia akan merelakan waktunya habis untuk hal yang sama sekali tidak penting menurut dirinya. Orang kreatif juga biasanya bisa memiliki energi lenih mengerjakan sesuatu apabila sesuatu itu menyenangkan untuknya. Dengan mengerjakan sesuatu hal yang kita senangi maka hal itu akan menjadi prioritas dalm hidup kita dan tidak menjadi beban sama sekali. Namun sebaliknya apabila orang kreatif disurh mengerjakan hal yang bertentangan dengan hal yang disukainya, maka hati secara langsung akan menolak, dan apabila dipaksa, hasil yang di dapat pasti tidak akan sememuaskan dari yang yang biasanya.

Most creative people’s openness and sensitivity often exposes them to suffering and pain, yet also to a great deal of enjoyment.

Pernyataan ini benar juga, karena setiap keterbukaan yang kita berikan kepada orang lain belum tentu selamanya mendatangkan kesenangan, namun terkadang juga memberikan sakit yang luar biasa sebagai balasannya. Tentunya ini balik lagi kepada pribadi setiap orang untuk menanggapinya, apakah dia harus berlarut dari kesakitan yang dia dapatkan atau justru dia akan bangkit dengan semangat baru.